Massimo Moratti sindir Fabio Capello Soal Calciopoli Juventus

Massimo Moratti sindir Fabio Capello Soal Calciopoli Juventus

Mantan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti merasa tidak terima dengan ungkapan eks pelatih Juventus, Fabio Capello, belum lama ini, menyoal dua trofi scudetto yang dicabut oleh FIGC menyusul skandal calciopoli 10 tahun silam. Moratti pun tak segan untuk melayangkan sindiran keras kepada manajer anyar Jiansu Suning tersebut.

Seperti diketahui, akibat kasus Calciopoli, Juventus memang harus kehilangan dua trofi Scudetto mereka, yang masing-masing diraih pada musim 2004/05 dan 2005/06. FIGC mencabut kedua gelar tersebut setelah Bianconneri terbukti bersalah dalam skandal Calciopoli. Bahkan, Juventus juga harus terdegradasi ke Serie B Italia karenanya.

Namun, Fabio Capello dalam Jumpa pers pertamanya sebagai manajer anyar Jiansu Suning, menegaskan bahwa keberhasilan Juventus dalam merengkuh scudetto dibawah arahannya dalam dua musim tersebut sama sekali tidak ada sangkut paut dengan pengaturan skor. Ditegaskan eks manajer Real madrid, Dua Scudetto itu memang murni dimenangkan Juventus lewat kerja keras.

Bahkan, Capello mengatakan bahwa dua titel Scudetto itu sudah ‘dicuri’ oleh FIGC karena sebuah skandal yang tidak terbukti kebenarannya. Hal inilah yang membuat Massimo Moratti, eks Presiden Inter MIlan, yang dipercaya sebagai salah satu dalang dibalik terungkapnya Skandal Calciopoli, kemudian merasa geram. Dia melayangkan sindiran kepada Capello.

“Apakah Jiansu Suning pandai memilih seorang pelatih anyar ? Ya, karena Spalletti (pelatih inter) dan capello (Pelatih Suning) adalah dua pelatih yang bagus. Namun ungkapan yang dibuat oleh Capello adalah Scivolata (kesalahan) yang indah, yang sangat indah. Apakah anda ingin tahu bahwa ucapan itu telah mengganggu saya ? Tentu saja, namun jangan minta saya untuk mengatakan itu lagi” Ketus MOratti kepada Corriere Dello Sport.

Juventus sendiri berhasil mengembalikan kejayaan mereka dengan memborong enam titel scudetto dalam enam musim terakhir secara beruntun.